Jurnal Lestari Sosial Budaya
https://jlsb-fisib.unpak.ac.id/index.php/JLSB
<p>Jurnal Lestari Sosial Budaya publishes scientific articles that focus on interesting and contemporary social and cultural studies. This journal publishes scientific articles that contain multidisciplinary content and cross-disciplinary dimensions from a socio-cultural perspective. Jurnal Lestari Sosial Budaya is published periodically twice a year, in June and December and is published by the Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Pakuan.</p> <p><span style="font-size: 0.875rem; font-family: 'Noto Sans', 'Noto Kufi Arabic', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;"><img style="font-size: 0.875rem; font-family: 'Noto Sans', 'Noto Kufi Arabic', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;" src="https://jlsb-fisib.unpak.ac.id/public/site/images/jm/issn-3123-1780.jpg" alt="" width="1800" height="2546" /></span></p> <p> </p>Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Budaya, Universitas Pakuanen-USJurnal Lestari Sosial Budaya3123-1780Pengaruh Kebermanfaatan dan Kemudahan Terhadap Penggunaan Media Sosial Instagram Generasi Z di Kota Bogor (Kasus Akun Instagram Homeless Media)
https://jlsb-fisib.unpak.ac.id/index.php/JLSB/article/view/50
<p><span style="font-weight: 400;">Perkembangan teknologi informasi telah mendatangkan internet sebagai media baru sehingga mengubah konsep teknologi informasi, cara berkomunikasi, perubahan pola konsumsi masyarakat dan membawa paradigma baru. Lalu generasi Z dikenal sebagai digital natives, yaitu mereka yang terlahir dan dibesarkan dalam era digital. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana generasi Z menyeleksi informasi dari media tidak resmi dan faktor-faktor yang membuat generasi Z memiliki preferensi pilihan yang menjadi fenomena menarik yaitu homeless media, jenis media yang mengandalkan platform media sosial sebagai media utama dalam penyebaran informasi dan biasanya memiliki situs web yang tidak terdaftar secara resmi namun memiliki jumlah pengikut relatif banyak dengan engagement yang tinggi. Dalam penerimaan pengguna teknologi ada dua konsep utama yaitu kebermanfaatan dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif untuk mengetahui seberapa berpengaruh kebermanfaatan dan kemudahan terhadap penggunaan media sosial instagram pada generasi Z. Populasi dalam penelitian ini adalah generasi Z di Kota Bogor. Sampel penelitian yaitu 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling dan analisis data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kebermanfaatan mendapatkan informasi berpengaruh positif tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan media sosial. (2) Kemudahan mendapatkan informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan media sosial.</span><em><span style="font-weight: 400;"> </span></em></p>Rohmahtunnisa DerisMuhammad RezaRoni Jayawinangun
Copyright (c) 2026 Jurnal Lestari Sosial Budaya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-042026-01-048697The Application of Politeness Principle by the Central Characters with Bipolar Disorder in the Series Spinning Out (2020)
https://jlsb-fisib.unpak.ac.id/index.php/JLSB/article/view/48
<p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>This research aims to identify and analyze the utterances of the central characters that have bipolar disorder when applying politeness principle. The utterances of the central characters looks into the types of illocutionary, its function. This research uses a qualitative approach and descriptive method. This research uses Geoffrey Leech theory. This research examines only six out of ten epiosodes of the Spinning Out (2020) series which are 1, 2, 3, 5, 7 and 8. There are 17 dialogues that shows politeness principle in this reasearch, 10 dialogues are violate the maxim of politeness and 7 dialogues are obey the maxim of politeness. The results of the research shows that in series Spinning Out (2020) the central characters tend to violate the politeness principle in manic phase and tend to obey the politeness principle in euthymic.</em></p> <p><em> </em></p>Siti Nur Khofipah Lufthiana
Copyright (c) 2026 Jurnal Lestari Sosial Budaya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-042026-01-0498105Persepsi Masyarakat Terhadap Gangguan Mental Di Film Joker
https://jlsb-fisib.unpak.ac.id/index.php/JLSB/article/view/52
<p>Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat di Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor terhadap Gangguan Mental di Film Joker, mendeskripsikan karakteristik audiens, mengetahui persepsi masyarakat, dan menganalisis hubungan antara karakteristik audiens dengan persepsi masyarakat Kelurahan Sindang Barang. Indikator yang digunakan untuk menggambarkan karakteristik audiens adalah jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Indikator yang digunakan untuk menggambarkan variabel persepsi adalah kognitif, afektif dan konatif. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu Purposive sampling dimana peneliti menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan jumlah 100 responden. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis chi square dan rank spearman. Hasil perhitungan antara karakteristik dengan persepsi masyarakat diketahui bahwa jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan afektif dan konatif, namun memiliki hubungan dengan kognitif. Usia tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kognitif, afektif dan konatif. Pekerjaan tidak memiliki sama sekali hubungan dengan kognitif, afektif dan konatif. Pekerjaan tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kognitif afektif dan konatif. Pendidikan tidak memiliki hubungan dengan kognitif dan konatif, namun memiliki hubungan dengan afektif.</p>Ridwan Sadewo
Copyright (c) 2026 Jurnal Lestari Sosial Budaya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-052026-01-05106116Penggambaran Tokoh Utama Melalui Tindak Tutur Langsung dan Tindak Tutur Tidak Langsung dalam Film A Man Called Otto (2022)
https://jlsb-fisib.unpak.ac.id/index.php/JLSB/article/view/54
<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan fungsi tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung yang digunakan oleh tokoh utama film A Man Called Otto dalam menggambarkan karakter Otto. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan efek perlokusi yang ditimbulkan dari tuturan yang diujarkan oleh tokoh utama dalam film A Man Called Otto memengaruhi sikap, emosi, dan tindakan mitra tuturnya. Penelitian ini mengacu pada teori tindak tutur Searle dan Yule. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengidentifikasi 68 tuturan Otto yang terdiri dari 53 tindak tutur langsung dan 15 tindak tutur tidak langsung. Fungsi komunikasi umum yang paling banyak ditemukan adalah fungsi menyatakan dengan 40 ujaran. Efek perlokusi dari tuturan Otto bervariasi, mulai dari beragam emosi, seperti takut, canggung, marah, sedih, dan kesal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama lebih banyak menggunakan tindak tutur langsung, hal ini menunjukkan bahwa karakter tokoh utama digambarkan sebagai sosok yang cenderung terus terang dan tidak ragu dalam menyampaikan informasi, pendapat, dan perintah secara langsung dalam berbagai situasi.</span></p>Sisilia Rizky Aryani
Copyright (c) 2026 Jurnal Lestari Sosial Budaya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-052026-01-05117129Peran Deiksis Dalam Tindak Ilokusi Ekspresif Tuturan Tokoh Sentral Film The Menu (2022)
https://jlsb-fisib.unpak.ac.id/index.php/JLSB/article/view/55
<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi yang terdapat dalam tindak ilokusi jenis ekspresif dan mengidentifikasi jenis dan fungsi deiksis dalam tuturan tokoh sentral pada film The Menu (2022), serta menganalisis bagaimana deiksis tersebut digunakan untuk memperjelas maksud tindak ilokusi ekspresif melalui acuannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Penelitian ini berfokus pada tindak ilokusi ekspresif yang mengandung deiksis dari tiga tokoh sentral yaitu Margot sebagai protagonis, Chef Slowik sebagai antagonis, dan Tyler sebagai tritagonis. Data penelitian mencakup 23 tuturan ekspresif yang mengandung 35 data deiksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh sentral menggunakan berbagai fungsi ekspresif, di antaranya menyanjung, meminta maaf, menyukai, memuji, mengkritik, ketidaksukaan, mengeluh, mengungkapkan kebencian, mengucapkan terima kasih, dan menyambut. Dari seluruh fungsi tersebut, yang paling dominan adalah mengkritik dan meminta maaf karena sering digunakan untuk mengekspresikan ketidaksetujuan, penolakan, maupun rasa bersalah. Selain itu, ditemukan lima jenis deiksis, yaitu persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial. Deiksis persona menjadi yang paling dominan karena memperjelas subjek yang menjadi acuan perasaan yang diungkapkan. Peran deiksis dalam tindak ilokusi ekspresif membantu tokoh sentral dalam menyampaikan serta memperjelas sikap yang ingin ditunjukkan melalui siapa yang terlibat, kapan, dan di mana peristiwa terjadi sehingga tuturan lebih mudah dipahami penonton.</span></p>Amelia Ilmi Septiana Amelia Ilmi Septiana
Copyright (c) 2026 Jurnal Lestari Sosial Budaya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-052026-01-05130141Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Siswa Memilih Sekolah Di Sekolah Menengah Kejuruan Kosgoro Kota Bogor
https://jlsb-fisib.unpak.ac.id/index.php/JLSB/article/view/57
<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Siswa Memilih Sekolah di SMK Kosgoro Kota Bogor. Promosi merupakan alat penting dalam menarik siswa untuk mendaftar ke sebuah sekolah, terutama ditengah persaingan antar lembaga pendidikan. Promosi bertujuan untuk menarik perhatian dan minat calon siswa agar memilih sekolah yang mereka pilih sebagai tempat mereka melanjutkan pendidikan. Dengan media seperti media sosial, brosur, pameran pendidikan, dan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh promosi terhadap keputusan siswa memilih sekolah di SMK Kosgoro Kota Bogor. Secara khusus, penelitian ini betujuan untuk mengidentifikasi jenis promosi apa yang paling berpengaruh dalam menarik keputusan siswa kelas X untuk akhirnya mendaftar ke SMK Kosgoro Kota Bogor, serta memberikan bahan evaluasi terhadap promosi lain yang digunakan oleh sekolah namun dinilai kurang efektif dalam mendukung peningkatan jumlah pendaftar. Metode yang di gunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kuantitaif dengan populasi dan sampel pada penelitian adalah para Siswa/I SMK Kosgoro Kota Bogor yang digunakan sebanyak 125 sampel, penentuan sampel menggunakan rumus slovin. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis inferensial, skor rataan, asumsi klasik, dan regresi linear sederhana. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu total sampling, total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh promosi terhadap keputusan siswa memilih sekolah di SMK Kosgoro Kota Bogor, dengan hasil R Square sebesar 39,3 persen. Sedangkan sisanya sebanyak 60,7 persen persen (hasil dari 100 – 39,3 persen) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini</span></p>Latisa AzzahraMariana Rista Ananda SiregarValianty Sariswara
Copyright (c) 2026 Jurnal Lestari Sosial Budaya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-052026-01-05142156Dinamika Sakralitas dan Rasionalitas dalam Ritual Pencucian Keris pada Malam Satu Suro di Yogyakarta
https://jlsb-fisib.unpak.ac.id/index.php/JLSB/article/view/64
<p><span style="font-weight: 400;">Tradisi jamasan pusaka di Yogyakarta merupakan ritual sakral yang dilakukan setiap malam Satu Suro untuk membersihkan benda pusaka seperti keris. Ritual ini awalnya dimulai pada keyakinan mitos bahwa pusaka memiliki kekuatan gaib yang perlu disucikan agar tidak membawa kesialan. Berdasarkan teori sakralitas Emile Durkheim, makna sakral bukan berasal dari benda itu sendiri, melainkan dari keyakinan kolektif masyarakat yang memberi nilai religius pada benda tersebut. Sementara itu, dalam perspektif rasionalitas nilai Max Weber, pelaksanaan jamasan masa kini lebih banyak dimaknai sebagai bentuk pelestarian budaya dan penghormatan terhadap leluhur daripada praktik mistik. Analisis juga menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki fungsi fungsionalistik karena memperkuat solidaritas sosial, integrasi masyarakat, dan identitas kultural Jawa. Temuan dari berbagai studi literatur memperlihatkan bahwa sakralitas dan rasionalitas bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan berdampingan dan saling melengkapi. Pergeseran makna dari dimensi spiritual menuju rasionalitas budaya menunjukkan bahwa masyarakat modern mampu menjaga nilai-nilai tradisional secara sistematis dan adaptif tanpa menghilangkan esensi kesakralannya. Dengan demikian, tradisi jamasan pusaka menjadi cerminan harmonisasi antara nilai sakral dan rasional dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Yogyakarta.</span></p>Salwa AzzahraNur Bunga AuliaMirna Nur Alia AbdullahSiti Komariah
Copyright (c) 2026 Jurnal Lestari Sosial Budaya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-052026-01-05157165