Dinamika Sakralitas dan Rasionalitas dalam Ritual Pencucian Keris pada Malam Satu Suro di Yogyakarta
Kata Kunci:
Sakralitas, Rasionalitas, Jamasan Pusaka, Yogyakarta, Tradisi JawaAbstrak
Tradisi jamasan pusaka di Yogyakarta merupakan ritual sakral yang dilakukan setiap malam Satu Suro untuk membersihkan benda pusaka seperti keris. Ritual ini awalnya dimulaid pada keyakinan mistis bahwa pusaka memiliki kekuatan gaib yang perlu disucikan agar tidak membawa kesialan. Berdasarkan teori sakralitas Emile Durkheim, makna sakral bukan berasal dari benda itu sendiri, melainkan dari keyakinan kolektif masyarakat yang memberi nilai religius pada benda tersebut. Sementara itu, dalam perspektif rasionalitas nilai Max Weber, pelaksanaan jamasan masa kini lebih banyak dimaknai sebagai bentuk pelestarian budaya dan penghormatan terhadap leluhur daripada praktik mistik. Analisis juga menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki fungsi fungsionalistik karena memperkuat solidaritas sosial, integrasi masyarakat, dan identitas kultural Jawa. Temuan dari berbagai studi literatur memperlihatkan bahwa sakralitas dan rasionalitas bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan berdampingan dan saling melengkapi. Pergeseran makna dari dimensi spiritual menuju rasionalitas budaya menunjukkan bahwa masyarakat modern mampu menjaga nilai-nilai tradisional secara sistematis dan adaptif tanpa menghilangkan esensi kesakralannya. Dengan demikian, tradisi jamasan pusaka menjadi cerminan harmonisasi antara nilai sakral dan rasional dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Yogyakarta.
Referensi
Antara Fadilah, R. (2025, Juni 26). Mengenal tradisi malam Satu Suro di Keraton Yogyakarta dan Surakarta. ANTARA News. Retrieved from https://www.antaranews.com/berita/4925857/mengenal-tradisi-malam-satu-suro-di-keraton-yogyakarta-dan-surakarta
Arisky, L., & Fauzi, A. M. (2024). Tradisi jamasan pusaka pada Bulan Suro: Penggabungan nilai budaya Jawa dan ajaran agama Islam. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 8(1), 52–65.
Barqah, Y. J., & Fauzi, A. (2023). Tradisi semedi di makam raja-raja Mataram Islam Yogyakarta ditinjau dari ontologi metafisika. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(2), 115–128. Retrieved from https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JFI/article/view/56289
Berita Magelang. (2023, September 14). Ritual masyarakat Jawa pada bulan Suro. Retrieved from https://www.beritamagelang.id/kolom/ritual-masyarakat-jawa-pada-bulan-suro
Elvinaro, Q., Syarif, D., & Rohmana, J. A. (2021). Sakralitas virtual: Makna sakral dalam ibadah Salat Jumat virtual di Indonesia. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 45–61.
Fauzi, I. R., & Salikurrahman, L. M. (2022). Prespektif simbolik dalam budaya ritual slametan: Studi kasus di masyarakat Islam Jawa. Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner, 3(1), 23–35. Retrieved from https://journal.maulanaatsani.iaihnw-lotim.ac.id/index.php/maulana/article/view/10
Hidayat, R., Desi, E., & Mahda, M. (2025). Dari tradisi ke kohesi sosial: Fungsi sosial halal bihalal dalam perspektif Merton. Kutubkhanah: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 25(1), 80–88. http://dx.doi.org/10.24014/kutubkhanah.v25i1.37383
Husain, I. M. A. (2023). Pergeseran makna dalam tradisi Tiban di Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta]. Repository UIN Sunan Kalijaga. Retrieved from https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/50851/
IDN Times. (2025, Agustus 1). Tradisi mencuci keris pada malam 1 Suro. Retrieved from https://www.idntimes.com/science/discovery/tradisi-mencuci-keris-pada-malam-1-suro
Merdeka.com. (2024, Juli 18). Memahami arti dari prosesi jamasan keris, penuh simbol dan nilai filosofi. Retrieved from https://www.merdeka.com/jateng/memahami-arti-dari-prosesi-jamasan-keris-penuh-simbol-dan-nilai-filosofi-166011-mvk.html
Mujibuddin, M. (2020). Harmoni atau disharmoni agama dan filsafat: Perspektif Ibnu Rusyd. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 8(1), 57–72.
Munandar, I., Imran, A., Ramadhan, R., & Dewantara, M. (2023). Analisis rasionalisasi ritual adat Mappacci pada masyarakat etnis Bugis. Jurnal Kewarganegaraan, 7(2), 45–58. Retrieved from https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/3145
Pemerintah Kabupaten Pemalang. (2025, Juli 7). Melestarikan kekayaan budaya, Pemkab Pemalang adakan prosesi jamasan. Retrieved from https://pemalangkab.go.id/2025/07/melestarikan-kekayaan-budaya-pemkab-pemalang-adakan-prosesi-jamasan
Putra, A. E. (2020). Tasawuf, ilmu kalam, dan filsafat Islam: Tinjauan sejarah hubungan ketiganya. Jurnal Studi Keislaman, 5(1), 88–105.
Rahman, F., & Amarulloh, A. (2022). Sakralitas sains Islam: Studi historis sains Islam abad pertengahan dan sains modern. Jurnal Theologia, 33(1), 67–83.
Salim, L., Astuti, Y. W., & Sani, N. (2022). Tradisi Welasan sebagai media kecerdasan spiritual dan sosial di masyarakat. Socio Religia, 20(1), 66–79. Retrieved from https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/sr/article/view/16836
Salsabila, A. S., Prastowo, G., & Rakhmani, F. (2024). Analisis prosesi kebudayaan tradisi jamasan, pencucian pusaka milik keraton. Jurnal Budaya, 5(2), 70–75. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. Retrieved from https://jurnalbudaya.ub.ac.id/
Setia Bakti, I., & Amin, K. (2021). Ruang sakral dan ruang ritual prosesi adat pernikahan Sintê Mungêrjê pada masyarakat Gayo Lôt. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 5(1), 33–47. Retrieved from https://ojs.unimal.ac.id/jspm/article/view/3133
Taufik, M. (2018). Nilai socio-religius masyarakat: Studi interaksi antarumat beragama di Yogyakarta. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 16(1), 49–72. https://doi.org/10.18592/khazanah.v16i1.2056
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lestari Sosial Budaya

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







